Langsung ke konten utama

MENGUPAS JALAN CINTA

Mendadak aku merayakan sebuah keagungan kemesraan dalam cinta. Hal semacam itu manusia tidak bisa memungkirinya. Perasaan yang sangat lumrah terjadi pada setiap jiwa kenormalan yang tidak bisa ditutup-tutupi oleh sebesar apapun halangan, sebesar apapun tembok yang menjadi dasar kematiannya hati seseorang. Setiap yang bernyawa maupun yang mati, itu merupakan hasil dari kreativitas dan kecintaan Tuhan kepada hambanya. Cipatran kecil dari rasa cinta Allah kepada alam semesta beserta isinya.

Cinta tidak bisa memungkiri kalau orang tersebut sulit berkhianat kepada yang dicintai. Setiap yang mencintai pasti berada dalam irama kemanusiaan yang sempurna. Inti dari hubungan sosial manusia satu dengan yang lain adalah saling mencintai dengan yang lain. Manusia harus dan seharusnya bisa sadar asal-usul manusia diciptakan oleh sepasang makhluk Allah yang dikaruniai beratus-ratus sperma dalam tubuhnya, tapi yang menjadi inti dari sperma tersebut hanyalah satu yang mampu membentuk jati diri manusia.

Proses untuk mencintai sebenarnya sangat muda, sebenarnya cinta sulit untuk merasa dan dirasakan. Apakah aku ini mencintai dia?, lalu apakah Dia juga mencintai aku?. Jawabannya dengan sangat mudah. Cinta tidak mencintai itu urusan manusia dengan Allah. Kita sebagai manusia tahu tidaknya dia mencintai itu hanyalah sebatas iman saja, yang penting percaya kalau dia mencintai dengan sungguh atas dasar keikhlsannya.

Cinta itu tanpa tuntutan dan imbalan. Semua yang manusia lakukan di dunia jika didasari atas nama cinta maka akan berjalan dengan kemurnian yang sesuai dengan konsep cinta. Pemerintahan jika didasari dengan cinta, cinta kepada rakyatnya, cinta kepada pekerjaannya, dan yang paling penting yaitu cinta kepada tanah air dan dirinya sendiri. Lambat tahun pemerintahan dan negara akan mempunyai sistem yang saling tersinkronkan untuk lebih mencintai amanah dan pengabdiannya. Soal yang paling mendasar adalah cinta itu bukan sebab akibat. Cinta hanyalah akibat yang ditimbulkan oleh sebab. Sebab yang mendasar orang bisa jatuh cinta adalah karena dia orang-orang yang dicinta mampu melakukan kemesraan, keamanan dan kenyamanan, serta kebijakan yang timbul akibat keputusan-keputusan yang sesuai dengan kebutuhan.

Tidak bisa aku hapuskan perasaanku tentang bagaimana skala cinta yang kau buat untuk mengarungi kehadiranmu di sendi-sendi nafasku. Engkau sendiri yang mengajariku bagaimana orang bisa jatuh cinta. Tapi dalam sekejap cinta itu lenyap dengan orang-orang yang mengatas namakan cinta, padahal mereka memegang kondisi umat di Negara yang fana ini. Negara yang masih bisa dikatakan samar-samar soal cinta. Penerapan hak dan martabat kemanusiaan seketika dirusak oleh oknum-oknum yang seharusnya memakai pendekatan presuasif cinta. Cinta memegang penuh hubungan sosial kemanusiaan. Di dalam cinta, tanpa ada teori yang menggambarkan bagaimana cara mencintai, tapi manusia semestinya mempunyai akal jika hatinya sudah berlandaskan tentang cinta. Cinta tidak perlu belajar dan diajarkan. Setiap anatomi tubuh manusia sudah mempunyai naluri untuk saling mencintai. Akal akan mengendalikan bagaimana cara orang mencintai dan bagaimana orang bisa tau kalau dia dicintai. Cinta mempunyai ke-otomatisan untuk bersikap, bertindak dan bertutur sesuai kadar yang dimiliki sebuah naluri.

Adapun banyak penghalang yang sulit aku bisa mengartikan tentang cinta. Simpulan-simpulan dari teori yang menjadi penghalang manusia untuk mengungkap cinta adalah karena cinta yang salah diartikan. Perangkat komunikasi yang paling dalam adalah pada struktur batin manusia. Makhuk Allah diberi keyakinan bahwa di ujung jalan sana ada sebuah tujuan penting manusia. Tujuan itu tidak bisa dicapai dengan kerusakan moral, budaya, dan harga diri manusia. Allah tidak pernah menuntut manusia pintar, tidak menuntut manusia menjadi penguasa yang bisa bertindak semena-mena. Yang dibutuhkan Allah hanya cintamu kepadaNya. Jika kamu mau dosamu tidak dihitung Allah, maka jangan sekali-kali menghitung amalmu dihadapan Allah. Cinta merupakan penggambaran akan keikhlasan, sedangkan benci adalah tuntutan berupa imbalan.

Cinta tidak bisa sebatas materi saja, manusia harus siap dari pembebasan pandangan mengenai materi dan identitas. Cobalah mengungkap sesuatu yang tidak pernah diketahui. Misalkan cinta. Kenikmatan mencari apa yang tidak diketahui adalah kenikmatan yang tidak bisa dijelaskan dengan material. Sebab apa yang tidak diketahui adalah perwujudan iman kita kapada yang ghoib. Yang ghoib lebih indah dari pada nyata. Kenyataan mungkin bisa jadi rusak akibat konsep dari angan-angan yang tidak sesuai. Sedangkan mengungkap apapun yang mempunyai sifat, tidak lah bisa merugikan. Sebab sifat sudah melekat pada materi.




Surabaya, 15 September 2017

Komentar