Langsung ke konten utama

Kala Itu



Semenjak luka bertamabah luka
Semenjak cinta tertiup sebelah
Kala tak terucap
Namun hanya senyap
Sendiri makin ada
Juga tatkala tak serupa

Semenjak hening sulit bertabuh
Semenjak mulut tatkala takut
Berbisik rindu di kala semu
Tapi aku sekejap mangingat
Betapa hebat rindu yang tak tentu

Seduhan air  terhangat
Penghantar kemalangan angan terucap
Hanya sepuan debu di padang angin
Tergambar semu saat mengambang
Cinta harus bertahan selayaknya
Tak peduli kembali berupa apa


Ahmad Baharuddin Surya
Lamongan
Kumpulan Puisi Sajak Elok Rupanya
Suryaalbahar.blogspot.co.id

Komentar